KATA Dewan, Sekolah Jarak Jauh Perlu Dievaluasi

KATA Dewan, Sekolah Jarak Jauh Perlu Dievaluasi

BANDUNG,- Pemerintah memberlakukan sekolah jarak jauh, dengan menggunakan metode belajar-mengajar secara online. Hal itu dilakukan untuk mencegah munculnya kasus Covid 19 baru.

Namun demikian, dalam konteks kekinian, seiring dengan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pola belajar dengan cara ini harus dievaluasi.

Hal ini, diungkapkan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar Dapil Kabupaten Sukabumi, Lina Ruslinawati kepada wartawan, Kamis (12/11/2020)

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan metode online, dalam reses DPRD Jabar yang berlangsung Awal November 2020, memunculkan pertanyaan bahkan keluhan di sebagian masyarakat. Pasalnya, di beberapa daerah telah dibuka kegiatan publik seperti tempat hiburan.

Bagi sebagian masyarakat, kondisi ini dipertanyakan, mengapa untuk lembaga pendidikan pembukaan sekolah tatap muka belum diberlakukan.

Hal ini, jelas Lina Pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran jarak jauh ini.

Dengan evaluasi tersebut, dapat diketahui keberhasilan dan kekurangan dengan pembelajaran jarak jauh.

Melalui evaluasi tersebut, jika belajar jarak jauh masih perlu dilanjut, dapat terpetakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menopang pembelajaran jarak jauh.

Lina menambahkan di tengah suasana AKB, untuk proses pembelajaran berpeluang menimbulkan kebutuhannya sarana dan prasarana .

Kebutuhan sarana dan prasarana ini, bagi pemerintah mempunyai kewajiban untuk mengalokasikan anggaran.

“Jika ada evaluasi saat ini, kebutuhan sarana dan prasarana bisa dialokasikan dalam RAPBD daerah mengingat penyusunan RAPBD dilaksanakan setiap akhir tahun,”pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *