ADA Polda Jabar Bakal Tetapkan Tersangka Pelanggaran Prokes Kerumunan Rizieq Shihab

ADA Polda Jabar Bakal Tetapkan Tersangka Pelanggaran Prokes Kerumunan Rizieq Shihab

BANDUNG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat meningkatkan status penyidikan ke penyelidikan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Pondok Pesantren Alam Agrokultural milik Rizieq Shihab, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, (13/11/2020)

Dengan sudah ditingkatkanya status penyidikan ini, maka polisi akan menetapkan tersangka dari peristiwa yang sudah membuat Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi lengser dari jabatannya karena dinilai tidak mampu membubarkan kerumunan masa dalam acara tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jabar, Kombes CH Patoppoi mengatakan, Polda Jabar sudah mengirimkan surat panggilan pada 15 orang yang dimintai sebagai saksi dan hanya 12 orang yang memenuhi panggilan.

“Diputuskan bahwasannya kegiatan penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan,” ujar Patoppoi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (26/11/2020).

Ia menjelaskan, dalam masa penyidikan dan berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang sudah di panggil, ada beberapa fakta di lapangan yang ditemukan dan mengarah pada pelanggaran.

“Pada hari Jumat tanggal 13 November 2020 dari jam 09.00 WIB sampai dengan 23.00 WIBkegiatan penyambutan kedatangan Rizieq Shihab dan peletakan batu pertama pembangunan masjid mengundang orang dari luar yang beryumlah lebih dari 3.000 orang,” tuturnya.

Selain itu, bahwa sepanjang jalan dari Gadog sampai dengan pondok pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Bogor telah dipasang himbauan untuk mentaati protokol kesehatan dan sudah dilakukan himbawan untuk mentaati protokol kesehatan oleh satgas COVID-19.

Adapun dari peristiwa itu, Patoppoi menduga ada unsur pidana yang sesuai dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan atau Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 tahun 2017 tentang kekarantinaan kesehatan dan atau Pasal 216 KUHPidana KUHPidana.
Lebih lanjut, Patoppoi menambahkan, untuk proses selanjutnya, penyidik Polda Jabar akan langsung melakukan penyidikan dan akan memberitahu kejaksaan kemudian berproses sampai gelar penetapan tersangka.

“Kami juga sudah mempelajari keputusan bupati (Kepbup) AKB di Bogor yang diputuskan oleh Bupati Bogor, dari 28 Oktober sampai 25 November, PSBB yang kemarin,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *