ADA Pemprov Jabar Kucurkan Rp1 Miliar Bagi Pembangunan Mesjid SMAN 26 Bandung

ADA Pemprov Jabar Kucurkan Rp1 Miliar Bagi Pembangunan Mesjid SMAN 26 Bandung

BANDUNG,- Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat memberikan bantuan pembangunan mesjid di lingkungan SMAN 26 Kota Bandung sebesar Rp1 Miliar

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan kesuksesan sebuah program harus ditunjang oleh sarana dan prasarana. Misalnya, derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat karena dibangungnya Puskesmas.

Begitu pun dengan dunia pendidikan dengan dibangunnya beberapa sekolah. Hal itu sesuai dengan visi dan misi Provinsi Jawa Barat yakni Juara Lahir-Bathin.

“Sarana dan prasarana pendukungnya seperti Mesjid, Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah dan lainnya,”kata Uu kepada wartawan di kampus SMAN 26 Kota Bandung, Rabu (12/2/2020)

Dia menyebutkan mesjid merupakan salah satu kunci dalam mensukseskan Juara Bathin masyarakat dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan yang bercirikan moral dan ahklakul karimah.

Dia berharap dengan dibentuknya Ikatan Remaja Mesjid (IRMA) yaitu organisasi yang didorong oleh Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Jawa Barat sebagai wadah kegiatan ekstrakurikuler dengan nuansa keagaamaan.

“Organisasi ini bukan untuk menyaingi OSIS karena sekarang banyak nama yang masuk di SMA. Untuk menyamakan maka kami instruksikan harus satu nama yaitu IRMA ditambah dengan nama mesjid yang ada,”jelasnya

Dia berharap kegiatan ini mampu memberikan pendidikan yang bernuansa ukhrowi bersifat ekstrakulikuler.

Selain itu, ia juga berharap setiap kepala sekolah harus menjadi inisiator dalam pembangunan sarana dan prasarana khususnya untuk kegiatan yang bersifat ukhrowi.

“Kalau pun tidak kemudian ingin membangun bisa minta bantuan kepada kami tetapi harus melalui persyaratan tertentu. Tapi ingat, hak bagi para kepala sekolah meminta kepada kami dan hak kami untuk memberikan bantuan,”ungkapnya

Wagub Uu menyebutkan untuk persyaratan pengajuan bantuan pembangunan mesjid diantaranya
tanahnya bersifat wakaf dan yang mengajukan DKM bukan sekolah atau yayasan.

“Sekalipun meminta bantuan kepada kami tidak pasti diberi. Tapi kalau memang ada permohonan sebagai bahan pertimbangan kami Pemprov Jabar melalui Kabiro Yanbangsos untuk memberikan bantuan tersebut,”tambahnya

Senada dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika mengatakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) memerlukan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi seperti standar isi, proses, standar sarana dan prasarana.

Untuk standar sarana dan prasarana ini, ketika anak-anak memang memerlukan untuk penguatan keagamaan diperlukan juga mesjid.

“Alhamdulillah di SMAN 26 Bandung ini sudah ada dengan bantuan Pemprov Jabar,”ujarnya

Adapun, Kepala Sekolah SMAN 26 Bandung, Solihin menambahkan pihaknya memiliki program gerakan seribu sehari (geser) dimana para siswa menyisihkan uangnya untuk kegiatan sosial seperti membantu orang yang kurang mampu termasuk pembangunan mesjid.

“Tapi tetap kegiatan sosialnya tidak dihilangkan. Maka sebagian dana tersebut dialokasikan untuk membangun mesjid,”ujarnya

Dia menyebutkan mesjid tersebut berstatus umum artinya bisa digunakan oleh masyarakat. Bahkan, Ketua DKM pun secara pribadi bukan atas nama sekolah. Selain itu, mesjid yang berada di lingkungan SMAN 26 Bandung tersebut bisa digunakan kegiatan masyarakat.

“Masyarakat umum pun boleh beribadah di sini. Inilah, salah satu persyaratan yang direstui oleh Pemprov Jabar,”pungkasnya (AK2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *