ADA Strategi Alfamart Dongkrak Laba Ritel Tradisional

ADA Strategi Alfamart Dongkrak Laba Ritel Tradisional

BANDUNG -Maraknya usaha mikro kecil dan menengah yang tidak berkembang, bahkan merugi karena pengelolaan yang tidak baik.

Melihat kondisi tersebut, mendorong Alfamart sebagai salah satu ritel modern untuk menjalankan pelatihan manajemen ritel yang dapat diikuti oleh pemiliki usaha warung.

Corporate Communication General Manager Alfamart, Nur Rachman menilai pemilihan usaha warung eceran yang menjual kebutuhan sehari-hari kerap kali menjadi pilihan bagi mereka yang ingin memulai usaha. Selain modal yang relatif kecil, pengelolaan yang dianggap mudah, dan keuntungan yang relatif besar menjadi faktor penyebab orang tertarik memiliki usaha warung eceran.

“Penyebab kerugian yakni karena tidak ada pencatatan dan pemisahan antara barang yang menjadi modal usaha dengan yang dikonsumsi sendiri,”katanya kepada wartawan di Bandung, Sabtu (30/11/2019)

Dalam pelatihan tersebut para peserta memperoleh materi terkait dengan manajemen penataan barang, pengaturan stok barang, manajemen keuangan (cash flow), tips mengamati tren pasar terkait produk yang sedang diminati, serta pelayanan. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada aplikasi khusus member pedagang bernama Alfamikro.

“Sekarang semua serba digital, para pedagang warung pun harus diajak untuk melek teknologi. Salah satu caranya melalui aplikasi alfamikro, yang dapat membantu para pedagang mendapatkan pasokan barang dengan cepat dan harga yang bersaing,” jelasnya

Namun, dia juga mengakui bahwa memperkenalkan penggunaan teknologi kepada para pedagang bukanlah hal yang mudah, karena terbiasa menggunakan cara konvensional.

“Sampai sekarang kami masih terus mensosialisasikan aplikasi ini karena jika pedagang sudah mahir menggunakannya, akan sangat membantu berjalannya bisnis,”ujarnya

Adapun Member Relations Manager Alfa Mart, Ngarno Firdaus menambahkan mayoritas para pedagang telah menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip manajemen ritel modern, namun tidak mengetahui mengapa hal tersebut harus dilakukan. Salah satunya mengenai pentingnya pembukuan.

“Mayoritas para peserta tidak membuat catatan pembukuan. Jadi jika ditanya berapa besar keuntungan harian yang diperoleh, pada umumnya peserta tidak tahu,” ujarnya

Padahal, jika memiliki catatan keuangan, selain pemilik warung dapat mengetahui berapa keuntungan yang dihasilkan, juga dapat meningkatkan penjualan.

“Karena berdasarkan catatan ini, nanti dapat dilihat produk apa yang nilai penjualannya paling tinggi, dan mana yang tidak. Lalu nanti dapat dikembangkan bagaimana cara mengoptimalkan barang-barang yang penjualannya rendah,” tambahnya

Dalam pelatihan tersebut peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menata barang agar menarik konsumen. “Bukan hanya menjaga kebersihan, pemilik warung harus segera mengisi barang yang cepat habis, agar jangan terjadi lost sales  atau kehilangan potensi penjualan,” ungkapnya

Pada kesempatan yang sama, salah satu peserta pelatihan, Hana (35 th)
mengatakan antusias mengikuti pelatihan. Sebab, dirinya belum pernah mengikuti pelatihan ritel. Menurut wanita yang telah bergabung sejak 3 tahun lalu menjadi mitra pedagang Alfamart ini, setelah mengikuti pelatihan ritel dirinya mendapatkan banyak tambahan pengetahuan. Salah satunya mengenai aplikasi Alfamikro yang merupakan hal baru.

“Saya punya hp android tapi kebanyakan hanya digunakan untuk chat atau main medsos saja, tapi ternyata ada juga aplikasi yang bias membantu saya berjualan,bias milih produk apa yang kosong, lalu minta dikirim,” pungkasnya (AK2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *