Plesiran Unik di Surabaya, Nginepnya di OYO

Plesiran Unik di Surabaya, Nginepnya di OYO

Takjub.” Begitulah perasaan yang tak bisa dipungkiri saat menginjakkan kaki kembali ke Kota Surabaya sekitar Agustus 2019 lalu. Bagi penulis, Surabaya sebenarnya bukanlah kota yang asing.

Penulis menghabiskan lebih dari separuh umur hidup di Kota Surabaya, sebelum kemudian hijrah ke ibu kota provinsi  di barat Pulau Jawa sekitar 20 tahun lalu. Surabaya yang dilihat penulis sekarang memang   sangat jauh berbeda dibandingkan tatkala penulis pulang kampung tahun 2005 lalu.

Surabaya yang terus bersolek membuat penulis pangling. Sepanjang jalan terlihat bersih serta asri oleh rindangnya pepohonan di pinggir jalan. Mal-mal baru bermunculan menghiasi kota. Trotoar luas yang dilengkapi dengan bollard-bollard membuatnya ramah bagi pejalan kaki. Belum lagi ditambah dengan sterilnya dari pedagang kaki lima (PKL) membuat pedestrian tersebut menjadi nyaman.

Surabaya kini bukan lagi sebagai destinasi pendidikan mengingat banyaknya sekolah dan perguruan tinggi.  Atau sebagai kota bisnis, perniagaan dan industri yang selalu menarik kaum urban untuk  bekerja.

Kota Surabaya  kini mulai beranjak sebagai destinasi wisata. Surabaya memiliki paket lengkap sebagai tujuan pelesiran. Ada obyek wisata pantai Pantai Kenjeran serta Kenjeran Park (Kenpark) sebagai destinasinya. Tak hanya menawarkan situasi pantainya, di Pantai Kenjeran ada Air Mancur Menari yang layak dijadikan spot pelesir di malam hari. Sedangkan di Kenpark ada replika Temple of Heaven Cina yang menarik sebagai obyek selfie maupun welfie.

Bagi yang suka wisata alam di ruang terbuka hijau, ada sejumlah spot yang wajib dikunjungi. Seperti Hutan Bambu Keputih, Ekowisata Mangrove, dan tentu saja Taman Bungkul yang ikonik. Di wilayah Utara wisatawan bisa melihat keindahan malam Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya North Quay.

Kota Surabaya juga memiliki destinasi wisata sejarah dan heritage. Tugu Pahlawan, Balai Pemuda,  House of Sampoerna adalah beberapa obyek wisata sejarah dan heritage yang wajib dijelajahi.

Bagi yang suka dengan wisata experience ada Surabaya Carnival yang memiliki beragam wahana permainan yang patut dicoba. Belum lagi ada Kebun Binatang Surabaya, Monumen Kapal Selam, Taman Prestasi serta beberapa tempat wisata lainnya yang memiliki daya pikat tersendiri sebagai destinasi pelesir di Surabaya.

Hal lain yang menarik tentu saja berkaitan dengan  kulinernya. Rujak Cingur Delta dan Genteng Kali, Sate Klopo Ondomohen, Lontong Balap Garuda, Sego Sambel Mak Yeye Wonokromo, serta pusat-pusat kuliner yang bertebaran dimana-mana tidak boleh dilewatkan manakala pelesir di Surabaya.

Kemudahan akses transportasi merupakan nilai tambah bagi Surabaya sebagai destinasi wisata. Bandara Juanda, Stasiun Gubeng dan Stasiun Pasarturi, Terminal Purabaya serta Pelabuhan Tanjung Perak menjadi pintu gerbang transportasi umum di Surabaya. Lalu, keberadaan jalan tol memudahkan akses bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi.

Sedangkan akses menuju obyek wisata yang ada di Surabaya sangatlah mudah. Transportasi umum tersedia dengan memadai. Jika ingin menikmati hiruk pikuk suasana Kota Surabaya bisa menggunakan Suroboyo Bus yang mengenakan tarifnya dengan  sampah botol plastik.

Yang tak kalah pentingnya berupa ketersediaan akomodasi menginap. Sebagai kota tujuan wisata di Surabaya ada sekitar  85 hotel berbintang bisa menjadi pilihan menginap. Belum lagi apartemen serta penginapan nonbintang sebagai alternatif akomodasi menginap selama di Surabaya.

Fasilitas akomodasi itu bisa diakses melalui aplikasi-aplikasi pemesanan hotel dari ponsel. Sehingga  memudahkan  mereka yang hendak mengadakan perjalanan ke Surabaya. Salah satu aplikasi yang  memberikan tawaran hotel dengan rate yang pas di kantong yang penulis pernah coba adalah OYO Hotel Indonesia di www.oyorooms.com/id.

Ada banyak tawaran hotel murah di Surabaya yang bisa dipilih melalui OYO Hotel Indonesia www.oyorooms.com/id/hotels-in-surabaya. Pilihan hotel yang tentunya disesuaikan dengan budget dari mereka yang berkunjung ke Surabaya. Tak hanya ketersediaan kamar hotel yang representatif, berbagai promo seperti diskon bisa didapatkan.

Begitu banyak tempat yang bisa dikunjungi selama di Surabaya. Waktu yang hanya empat hari yang dimiliki penulis saat itu,   tidak cukup menjelajahi seluruh wilayah Kota Surabaya. Masih banyak tempat yang tidak boleh dilewatkan.

Pantai Kenjeran adalah salah satu destinasi pilihan. Meski tidak seeksotis pantai-pantai di Bali dan Lombok, kita masih bisa berburu eloknya sunset berikut memandangi Jembatan Suramadu dari kejauhan. Selain itu, beraneka ragam kudapan produk laut bisa dibeli sebagai buah tangan. Setelah itu, sari Pantai Kenjeran sekalian menyempatkan diri menyeberang ke Madura melalui Jembatan Suramadu.

Lalu, mlaku-mlaku nang Tunjungan. Sebagai pusat kota, Tunjungan dan sekitarnya harus jadi destinasi berikutnya. Selain cuci mata, kita bisa berwisata sejarah dengan melihat-melihat bangunan cagar budaya seperti Hotel Mojopahit dan Musium Surabaya yang dulunya merupakan pusat perbelanjaan Siola.

Tak lupa kembali berburu kuliner khas Surabaya. Tak ada kata bosan menikmati sajian khas Surabaya seperti Rujak Cingur, Lontong Kupang, Rawon, Sego Sambel Penyetan maupun Sate Klopo.

Dan yang paling ditunggu jika berkunjung ke Surabaya bulan Nopember-Desember adalah melihat fenomena alam bermekarannya Bunga Tabebuya. Bunga indah ini menghiasi sejumlah ruas jalan seperti di Jalan Raya Gubeng, Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Ahmad Yani. Bermekarannya Tabebuya yang hanya bisa dilihat di Surabaya mampu merubah wajah Kota Surabaya bak kota-kota di Jepang.

Berfoto dengan latar belakang bunga Tabebuya yang sedang bermekaran tentu saja jadi pengalaman berharga. Pengalaman menyaksikan sebuah fenomena alam luar biasa hingga  membuat Kota Surabaya tak pernah dapat dilupakan. Dan, selalu ada keinginan untuk kembali ke Surabaya.AK1/Didit

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *