ADA Gilang Ramadhan Pukau Penonton Taman Budaya

ADA Gilang Ramadhan Pukau Penonton Taman Budaya

BANDUNG- Teater Terbuka Taman Budaya Jawa Barat pada Sabtu Malam (23/11/2019) benar-benar bergetar oleh ratusan kendangers se-Jabar. Terlebih dengan penampilan bintang tamu spesial, Gilang Ramadhan dengan Rythem Sawah-nya.

Berkolaborasi dengan Idea Percussion, Gilang yang juga pentolan dari Krakatau Band ini menampilkan kebolehannya menggebug drum bernada tradisional. Bahkan untuk bisa menghadirkan drum bernuansa etnik, Gilang Ramadhan membuat dan mensetting peralatan Pribadinya dengan suara mirip kendang dan gamelan.

“Saya sengaja membuat peralatan ini agar mirip dengan kendang dan gamelan Sunda, ada kecrek, kenong, goong, kulanter dan tentunya kendang. Saya namakan peralatan ini dengan sebutan Rythem Sawah,” ujar Gilang

Walaupun hanya tampil beberapa menit, namun kehadiran Gilang Ramadhan featuring Idea Percussion menghadirkan nuansa berbeda pada 2nd aniversary Kendangers Jabar 2029 dengan tema Padungdung to Unesco. Seluruh penonton yang memadati Teater Terbuka Taman Budaya Jabar tidak ada satu pun yang mau beranjak dari tempat duduk. Mereka semua terhipnotis dengan permainan drum suami dari Shahnaz Huaqe ini.

Adu keahlian memainkan alat musik pun terjadi kita salah seorang kendangers, Ndul mengajak Gilang Ramadhan mengikuti racikan tepak kendang yang ngebeat, rancak dan gahar, termasuk dari personel Idea Percussion lain. Ini semua dijawab dengan permainan ciamik Gilang Ramadhan.

Suasan semakin panas dan kocak, tat kala hadirnya sejumlah seniman Sunda yang berbasic kendangers. Adalah Sule (Komedia), Ohang atau Pohang, Anton Abok dan Uci. Mantan lulusan Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Bandung ini menampilkan kebolehannya memainkan kendang dengan gaya masing-masing.
Tentunya penampilan para bintang tamu spesial ini me dapat sambutan meriah para penonton. Celotehan dan gestur tubuh para Komedian ini cukup menghibur di tengah cuaca dingin Kota Bandung yang menusuk tulang.

Sule yang mahir bermain kendang ini mengaku sengaja datang ke acara 2nd Aniversary Kendangers Bandung (Jabar). Sebagai seniman yang berasal dari Bandung dan ahli memainkan kendang, Sule mendorong seni tepak kendang Sunda diakui sebagai Warisan budaya tak benda oleh Unesco.

“Terlebih seni tepak kendang Sunda ini sudah mendunia dan mengisi hampir semua genre musik. Di Indonesia ada campursari, Koplo, dangdut, Bung bung Bali, Wayang Kulit dan sebagainya menggunakan seni tepak Sunda, kira bangga dengan hal ini,” katanya.

Sebelumnya 300 kendangers dari 18 daerah di Jabar berkesempatan memainkan keahliannya bermain kendang secara Medley yang diakhiri dengan permainan kendangers Bandung, yang memainkan satu lagu dalam tiga pola. Lagu Walet asal Cirebonan dimainkan dengan tiga pola (wanda), yakni wanda Cirebonan, Penca silat dan jaipongan.

Diakhir acara para kendangers Jabar ini diminta oleh Gilang Ramadhan untuk membuat satu Rythem atau tagline kendang Sunda. Ini dilakukan agar ada ciri dari pola sdni tepak kendang Sunda.

Gilang maupun Sule dan kendangers lainnya Meminta pada Gubernur Jawa Barat maupun pemerintah daerah dn pemerintah pusat memperhatikan dan memperjuangkan seni tepak kendang Sunda ini agar bisa diakui Unesco.

“Kami berharap pemerintah memperhatikan lkeberadaan kendang Sunda, karena ada jutaan orang yang bergantung hidupnya pada kendang,” ujar Riki Buroq ketua panitia 2nd Aniversary kendangers Bandung-Jabar mewakili para talent yang hadir malam itu. (AK2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *