UMKM Butuh Modal? ADA Fintech yang Bisa Bantu Loh !

UMKM Butuh Modal? ADA Fintech yang Bisa Bantu Loh !

BANDUNG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM untuk memanfaatkan kemudahan pinjaman modal usaha dari financial technologi atau fintech. Namun hanya pada fintech yang sudah terdaftar di OJK.

 

Kabag Kemitraan dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Regional 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat Iman Kadarusman mengatakan UMKM banyak yang kebingungan untuk mendapatkan modal usaha karena sulit mengakses perbankan atau lembaga keuangan konvensional karena syarat yang rumit serta perlunya agunan.

 

“Fintech bisa menjadi alternatif pembiayaan , namun tentunya harus hati-hati juga. Sebab banyak juga fintech yang belum memiliki ijin dari OJK,” tegasnya.

 

Selain UMKM banyak lagi pelaku usaha yang membutuhkan modal kerja, seperti usaha pertanian sekitar 20,4 juta orang, peternak sekitar 14,1 juta orang, nelayan sekitar 2,2 juta orang dan pengrajin sekitar 15,1 juta orang.

 

“Pendanaan melalui fintech P2P landing dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha berkebutuhan khusus dan mendesak, bisa karena unbankable atau underserved. Fintech bisa menjawab kesulitan ini,” jelasnya.

 

Namun disisi lain, keberadaan fintech ilegal di Indonesia sudah cukup mengkhawatirkan. Data terakhir dari OJK, fintech yang terdaftar dan berijin mencapai 127 usaha, sementara yang ilegal mencapai 1.350 fintech dan sudah ditutup oleh satgas waspada investasi.

 

Untuk itu menurut Iman, sangat diperlukan aturan yang melindungi data pribadi peminjam aplikasi fintech ini. Saat ini sedang disusun RUU Perlindungan Data Pribadi Digital agar aplikasi fintech tidak bisa leluasa menyedot data nasabah dari handphone.

 

“Sebenarnya cukup sederhana untuk mengetahui apakah legal atau ilegal sebuah aplikasi fintech, tinggal cek alamatnya, bisa di google maps atau datangi lokasinya. Kebanyakan yang ilegal itu tidak memiliki alamat jelas. Atau pastinya cek di OJK sebelum mengajukan pinjaman,” tuturnya.

 

Untuk diketahui jumlah rekening peminjam fintech di Indonesia saat ini mencapai 11,5 juta entitas dimana Jawa Barat sendiri tercatat mencapai 3,3 juta entittas. Akumulasi penyaluran pinjaman secara nasional tercatat mencapai hampir 50 miliar rupiah, di Jawa Barat sendiri tercatat mencapai hampir 13 miliar rupiah, terbanyak kedua setelah DKI Jakarta yang tercatat oleh OJK mencapai 16,1 miliar rupiah. AK1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *