ADA Teknologi VAR di Liga Sepakbola Berjenjang 2019 Piala Kemenpora

ADA Teknologi VAR di Liga Sepakbola Berjenjang 2019 Piala Kemenpora

BANDUNG,-Kementerian Pemuda dan Olahraga RI (Kemenpora) menggunakan sistem teknologi Video Assistant Referee (VAR) pada Sepakbola Berjenjang Piala Menpora 2019. Penggunaan VAR Ini menjadi pertama kalinya digulirkan di Indonesia.

Menpora, Imam Nahrawi mengatakan
teknologi VAR akan membantu menjunjung sportivitas sebuah pertandingan sepakbola yang melibatkan wasit, pemain, hingga supporter. Pasalnya, dengan bantuan VAR akan menghasilkan keputusan wasit yang tepat.

“Jadi, nanti tidak akan ada protes dari pemain dan suporter,”kata Menpora usai membuka Liga Sepak Bola Berjenjang Piala Menpora 2019, di Lapangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sabtu (16/3/2019).

Menpora menyebutkan teknologi VAR sudah diterapkan dalam kompetisi sepakbola amatir Bandung Premier League. Ia juga berharap teknologi ini dijadikan percontohan bagi liga profesional lainnya di tanah air.

“Teknologi ini bisa jadi percontohan liga profesional lainnya,”tegasnya

Adapun, Liga Sepak Bola Berjenjang ini merupakan komitmen Kemenpora dalam melakukan pembinaan sepak bola usia muda, dengan melibatkan 19.998 sekolah sepakbola (SSB) se-Indonesia. Menpora berharap dari liga ini mampu melahirkan pesepakbola profesional dimasa mendatang.

“Kami akan terus mendukung turnamen anak usia dini agar lebih baik lagi. Sehingga, ke depannya semakin banyak lagi pemain yang berprestasi seperti raihan Piala AFF U-22 kemarin,”ungkapnya

Nahrowi menjelaskan liga berjenjang Piala Menpora 2019 digelar dalam lima kategori meliputi U-12, U-14, U-16, U-17 (putri), dan U-21 (mahasiswa).

Kemenpora menggelar turmamen berjenjang ini, adanya masukan dari SSB, yang beranggapan selama ini tidak ada wahana sepak bola serentak secara nasional selain Piala Soeratin U-17.

“Kami berkomitmen untuk melakukan pembinaan sepak bola mulai dari level grass root. Karena dengan adanya pembinaan yang baik dan terstruktur untuk setiap kelompok umur, akan mendorong lahirnya bibit-bibit unggul pe sepakbola nasional,” katanya

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengelolaan Pendidikan Kemenpora, Alman Hudri menambahkan, kompetisi ini untuk menindaklanjuti dari Inpres No III/ 2019, tujuannya untuk mempercepat pencapaian prestasi yang diharapkan Presiden.

Dia menyebutkan pemberian nama liga tersebut, karena berangkat dari level kabupaten hingga provinsi yang selanjutnya akan dikirim ke luar negeri untuk menimba ilmu persepakbolaan Internasional.

Alman mengakui jika kompetisi ini sempat terhenti di kategori usia 12 tahun. Namun, ia menegaskan mulai tahun ini digulirkan kembali guna mencetak pesepakbola profesional di tanah air.

“Memang sempat terhenti tapi tahun ini kita adakan lagi liga berjenjang tujuannya tetap sama bahwa target kita ingin mencetak bibit-bibit unggul pesepakbola Indonesia,”pungkasnya (AK3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *