ADA BNNP Jabar Sita 20 Kg Sabu

ADA BNNP Jabar Sita 20 Kg Sabu

BANDUNG,- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)Jawa Barat mengungkap peredaran narkotika jenis sabu jaringan antar provinsi. Dalam pengungkapan tersebut, BNNP Jabar menyita sabu sebanyak 20 kilogram, yang diperoleh dari empat tersangka.

Kepala BNNP Jabar Brigadir Jenderal (Pol) Sufyan Syarif mengatakan, pengungkapan ini merupakan pengembangan dari kasus lama yang ditangani oleh pihaknya.

Menurutnya, dua dari empat tersangka merupakan residivis kasus narkoba, yakni AG dan LI. Sementara, dua orang lainnya merupakan tangan kanan AG, yaitu AJ dan GI.

“Jadi ini merupakan pengembangan dari kasus ganja 2,2 ton di Cianjur yang ditangani oleh BNNP Jabar pada 2016. AG ini merupakan DPO (daftar pencarian orang), dan tersangka utama kasus tersebut,” kata Sufyan kepada wartawan di kantor BNNP Jabar, Senin (11/3/2019)

Sufyan menuturkan, AG ini mendapatkan pesanan sabu tersebut dari J, yang sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Medaeng, Surabaya. AG diperintahkan mengambil barang di daerah Dumai untuk dibawa ke Pekanbaru, Riau.

“Kemudian, AG bersama tiga rekannya bergerak ke Pekanbaru, dari Sukabumi, Bogor melalui Bakaheuni,” ujarnya

Petugas terus mengikuti pergerakan para tersangka yang membawa barang haram itu menggunakan dua unit mobil. Kemudian, petugas menangkap keempat tersangka ini di wilayah Sukabumi.

“AG ini berperan sebagai penerima order sekaligus perekrut personel lainnya, LI merupakan tangan kanan yang bersangkutan, sedangkan AJ adalah driver (sopir),” ungkapnya

Dia menambahkan sabu yang disita BNNP Jabar merupakan narkotika kelas I yang berasal dari Taiwan. Barang haram ini dikemas menggunakan bungkus teh China berwarna kuning emas berlogo bintang lima. Rencananya, sabu ini bakal diedarkan di wilayah Jakarta dan Jabar.

“Dari pengungkapan ini, sekitar 40 ribu jiwa bahkan lebih, bisa terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika, khususnya sabu,”pungkasnya (AK3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *