Bakal ADA Pusat Penelitan Peradaban Islam Dunia di Depok

Bakal ADA Pusat Penelitan Peradaban Islam Dunia di Depok

JAKARTA,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengatakan kampusniversitas Islam Internasional Indonesia (UIII) diharapkan bisa menjadi pusat kajian atau penelitian peradaban Islam tingkat dunia yang ada di Indonesia. Terlebih Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Selain itu, kampus ini juga diharapkan bisa menjadi pusat peradaban Islam, pusat kajian strategis Islam, pusat studi kawasan Islam, serta museum seni dan budaya Islam yang akan menjadi pusat artefak dan manuscript Islam di Indonesia.

“Ini cita-citanya adalah agar orang-orang luar negeri, internasional, suatu hari nanti bisa juga belajar di Jawa Barat dan di Indonesia. Tentunya kita butuh sebuah tempat yang standarnya internasional,” ungkap Emil, Selasa (12/3/2019)

Emil pun menyampaikan kepastian Pembangunan Tahap I Kampus UIII di Cimanggis, Kota Depok  dimulai tahun ini. Hal ini, didapat setelah dirinya rapat bersama Wakil Presiden RI serta berbagai pihak terkait lainnya tentang perkembangan pembangunan Kampus UIII di Kantor Wakil Presiden RI pada Selasa (4/3/19) minggu lalu.

“Tahun ini sudah dimulai proses (pembangunan) Tahap I, tahap berikutnya nanti kombinasi APBN dan rencana saya yang ke Timur Tengah ini untuk meminta (dana bantuan),” kata Emil.

“Saya mendapat perintah dari Pak Wapres untuk mencari donor-donor pembangunan untuk UIII. Dana dari APBN baru sepertiganya, dua pertiganya diharapkan, misalkan gedung satu dari negara ini, karena ini sifatnya internasional,” ujar Emil.

Untuk itu, Emil beserta rombongan bertolak dari tanah air pada Rabu, 5 Maret 2019, untuk melakukan lawatan luar negeri selama seminggu ke tiga negara di Timur Tengah, yakni Al Jazair, Uni Emirat Arab, dan Maroko. Dalam rangkaian kunjungan kerjanya itu dia pun menggunakan kesempatan tersebut untuk meminta bantuan dana untuk pembangunan Kampus UIII tersebut.

“Kalau lancar tahap satu, tahun depan sudah menerima siswa dari internasional untuk S-2 dan S-3 saja, jadi belum ada sarjana (S-1),” sambungnya.

Kampus UIII akan dibangun di atas lahan seluas 142,5 hektar. Dimana 30% lahan akan diisi bangunan dan 70% lainnya adalah lahan hijau untuk perlindungan flora dan fauna ramah lingkungan, sehingga akan menjadi tempat rekreasi bagi warga kampus dan warga sekitarnya.

Kampus ini akan memiliki tujuh fakultas, yaitu: Fakultas Kajian Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi Islam, Fakultas Science dan Teknologi, Fakultas Pendidikan, serta Fakultas Arsitektur dan Seni. Tahun pertama UIII akan membuka tiga program studi, yaitu Islamic Studies, Political Science, dan Education.

Pembangunan Kampus UIII sudah dicanangkan Presiden Jokowi sejak dua tahun lalu melalui Perpres Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Komitmen ini diperkuat ini dengan status PTNBH yang akan langsung disematkan pada UIII. Selain itu, proyek kampus ini menjadi satu-satunya pembangunan kampus yang masuk dalam program Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang pendidikan. (AK4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *