Mirip Rentenir Online, ADA 231 Fintech Ilegal Ditutup OJK

Mirip Rentenir Online, ADA 231 Fintech Ilegal Ditutup OJK

BANDUNG – Sebanyak 231 perusahaan penyelenggara layanan fintech pinjaman online  ilegal dihentikan operasionalnya oleh Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Demikian dikatakan oleh Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing dalam siaran pers resmi di Kantor OJK, Jakarta, Rabu  (13/2). Data yang dirilis merupakan data hasil penelusuran OJK sejak Januari 2019 hingga pertengahan Februari 2019.

Atas temuan itu, ia mengatakan OJK telah memblokir  situs fintech ilegal tersebut dan memasukkannya ke dalam daftar hitam. Sehingga para penyelenggara pinjaman online itu tidak bakal bisa lagi beroperasi maupun melakukan pendaftaran ke OJK.

Di samping melakukan aktivitas melalui situs dan aplikasi ponsel, Tongam mengatakan saat ini para pelaku pinjaman online ilegal juga beroperasi melalui media sosial.

Untuk itu, ia meminta masyarakat tidak mengambil pinjaman dari fintech yang tidak terdaftar dan tidak mendapat izin OJK.

“Fintech ilegal memang tidak bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, melainkan hanya untuk untuk keuntungan,” ujarnya.

Untuk menghindari terjerat Fintech ilegal, OJK terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. AK1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *