Survey Pilpres 2019, ADA Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Ungguli Prabowo-Sandi

Survey Pilpres 2019, ADA Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Ungguli Prabowo-Sandi

BANDUNG- Alvara Research Center menggelar survei nasional di seluruh Indonesia, kali ini dilakukan tanggal 11 – 24 Desember 2018. Trend elektabilitas dari waktu ke-waktu elektabilitas pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak mengalami perubahan yang signifikan, dimana keduanya naik tipis dengan jumlah pemilih yang belum memutuskan/undecided voters yang menurun.

 

“Jika pilpres diadakan hari ini maka didapatkan elektabilitas pasangan Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin sebesar 54,3% sedangkan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno sebesar 35,1% dengan jumlah undecided voters 10,6%.“Hasanuddin Ali, CEO & Founder Alvara Research Center kepada wartawan, Jumat (11/1/2019)

Riset ini menggunakan multi-stage random sampling dengan melakukan wawancara terhadap 1.200 responden yang berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil di seluruh 34 Provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Rentang margin of error sebesar 2,88% dengan tingkat kepercayaan 95%. Sebelumnya, Alvara Research Center juga telah melakukan survei nasional di bulan Agustus 2018 dan Oktober 2018.

Dari hasil riset yajg lakukan dari waktu ke waktu, tidak ada pergeseran persepsi terhadap citra dari tokoh capres-cawapres, Prabowo Subianto dipersepsikan tegas dan berwibawa. Joko Widodo sebagai tokoh pekerja keras dan program nyata. Sandiaga sebagai tokoh yang memahami masalah ekonomi dan mampu melakukan perubahan. KH Ma’ruf Amin sebagai tokoh religius dan jujur. Yang menarik, Joko Widodo secara persepsi lebih dekat dengan Sandiaga Uno.” jelas Hasanuddin Ali.

“Secara umum, seiring kampanye yang sudah dilakukan masing-masing kandidat dan semakin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Umum, Tokoh Capres dan Cawapres sudah semakin dikenal masyarakat Indonesia,”ungkapnya

Bila dilihat dari soliditas pemilih, yaitu pemilih yang tidak mungkin berubah. Lebih dari 60% Pemilih Jokowi-KH Ma’ruf Amin, dan juga pemilih Prabowo-Sandiaga, juga menyatakan tidak akan merubah pilihannya.

Sedangkan dibandingkan dengan survey-survey sebelumya, naik turunnya selisih (gap) elektabilitas diantara kedua pasangan calon cenderung tidak berubah, karena selalu berada dibawah margin error.

“Saat ini, Pemilih sudah makin mengkristal menentukan pilihannya, hal ini juga terlihat dari semakin tingginya pemilih yang tidak merubah pilihan,”jelasnya

Hasanuddin menyebutkan di Jawa dan Sulawesi, pemilih yang belum memutuskan lebih dari 10%. Hal ini menjadi kerja keras bagi timses masing-masing kandidat untuk mempertahankan dan dapat memperbesar angka elektabilitas. Sementara wilayah lain dimana semakin sedikit pemilh yang belum memutuskan, timses masing-masing calon harus benar-benar dapat mempertahankan elektabilitas yang sudah didapatkan.

Di Sumatera, Prabowo-Sandi unggul (49,8%) dibanding Jokowi-Ma’ruf (41,3%), belum memutuskan (8,9%). Kedua pasangan naik dibanding hasil survey Oktober 2018 di Sumatera, dimana Prabowo- Sandi (44,6%) dan Jokowi-Ma’ruf (40%), belum memutuskan (15,4%). Di Jawa, Jokowi-Ma’ruf unggul (59,9%) dibanding Prabowo-Sandi (27,5%), belum memutuskan (12,6%). Elektabilitas kedua pasangan stabil dibanding survey Oktober 2018 di Jawa, dimana Jokowi-Ma’ruf (59,1%) dan Prabowo-Sandi (29,2%), belum memutuskan (11,7%). Di Bali Nusra, Jokowi-Ma’ruf unggul (60,6%) dibanding Prabowo-Sandi (30,3%), belum memutuskan (9,1%). Pasangan 01 naik sedangkan Pasangan 02 turun elektabilitasnya dibanding survey Oktober 2018 di Bali Nusra, Jokowi-Ma’ruf (57%) dan Prabowo-Sandi (39%), belum memutuskan (4%).

Sementara di Kalimantan, Jokowi-Ma’ruf unggul (51,4%) dibanding Prabowo-Sandi (45,8%), belum memutuskan (2,8%). Elektabilitas kedua pasangan stabil dibanding survey Oktober 2018 di Kalimantan, Jokowi-Ma’ruf (50,9%) dan Prabowo-Sandi (43,6%), belum memutuskan (5,5%).Sedangkan di Sulawesi, Jokowi-Ma’ruf unggul (47,7%) vs dibanding Prabowo-Sandi (40,7%), belum memutuskan (11,6%). Pasangan 02 naik elektabilitasnya dibanding survey Oktober 2018 di Sulawesi, Jokowi-Ma’ruf unggul (49,1%) dan Prabowo-Sandi (30%), belum memutuskan (20,9%).

Hasanudin menambahkan secara umum, Pasangan Jokowi – Ma’ruf masih lebih tinggi dibandingkan Prabowo – Sandi di semua Generasi. Namun, ada temuan dari riset yang dilakukan, menunjukkan strategi yang dilakukan timses pasangan 02 mampu sedikit menaikkan elektabilitasnya di Gen Milennial. Sedangkan strategi timses 01 secara signifikan menaikkan elektabilitasnya di pemilih pemula.

Pada Gen Z (usia 17-21 tahun), Pemilih pasangan 01 naik menjadi 54% dibanding survey Oktober (47,9%), Sementara pemilih pasangan 02 tetap mendapat 36,1% dibanding survey Oktober (36%), sementara yang belum memutuskan turun menjadi 9,9% turun dari survey Oktober 2018 (16,2%).

Pada Gen Milennial (usia 22 – 37 tahun), Pemilih pasangan 01 turun tipis menjadi 52,5% dibanding survey Oktober 2018 (53,6%). Pasangan 02 naik elektabilitasnya menjadi 37,9% dibanding survey Oktober 2018 (34,5%), sementara yang belum memutuskan hampir tidak berubah yaitu 11,7% dibanding sebelumnya (11,9%).

Pada Gen X (usia 38 – 53 tahun), Pemilih pasangan 01 turun tipis menjadi 54,9% dibanding survey Oktober (57,5%). Sementara pemilih pasangan 02 tidak berubah yaitu 33,3% dibanding sebelumnya (33%), dan yang belum memutuskan naik menjadi 11,7% dibanding Oktober (9,5%).

“Sedangkan pemilih, Baby Boomers (usia lebih 53 tahun), pemilih pasangan 01 naik menjadi 61,1% dibanding survey Oktober (57,5%) sementara pemilih pasangan 02 turun menjadi 26% dari survey Oktober (30,4%), dan yang belum memutuskan naik tipis menjadi (13%),”pungkasnya (AK3)

 

==

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *