KATA Ridwan Kamil,  Jabar Masagi Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

KATA Ridwan Kamil,  Jabar Masagi Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda

CIREBON,- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mencoba menguatkan pondasi generasi milenial Jawa Barat dengan program Jabar Masagi. Grand desain Jabar Masagi,  menekankan pada nilai pendidikan karakter. Dengan mengembalikan pendidikan budi pekerti yang bisa berdampak pada akhlak sosial yang mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.

Jabar Masagi merupakan salah satu program 100 hari kerja gubernur ini bertema pendidikan karakter, dan  dikukuhkan dengan penandatanganan bersama bupati/wali kota se-Jawa Barat.

Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) saat meluncurkan program Jabar Masagi, di Gedung Negara, Kejaksan, Cirebon, Rabu malam (5/12/2018)

Emil menjelaskan Implementasi Jabar Masagi adalah seluruh program praktik baik di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat yang mampu menumbuhkan generasi muda di Jawa Barat sebagai manusia berbudaya yang memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata).

“Masa depan ini makin rawan dengan arus budaya dan informasi yang mengkhawatirkan. Bahkan budaya kekerasan yang sering nermunculan di media sosial. Sopan santun makin hilang, bela negara tidak dihafalkan, jauh dari agama dan sebagainya. Maka hari ini diluncurkan program oendidikan karakter Jabar Masagi,”jelasnya

Masagi adalah filosofi Sunda yang singkat-padat. Tapi memiliki makna yang mendalam. ”Jelema Masagi” (Natawisastra,1979:14, Hidayat, 2005:219) artinya orang yang memiliki banyak kemampuan dan tidak ada kekurangan. Masagi berasal dari kata pasagi (persegi) yang artinya menyerupai (bentuk) persegi.

Kang Emil mengatakan, Jabar Masagi merupakan bagian dari upaya menciptakan manusia unggul Jawa Barat lahir batin. Kenapa harus ada Jabar Masagi? Sebab pemerintah merasa penyamarataan kurikulum pendidikan terdapat nilai positif dan negatifnya.

Lantas apa konsep manusia unggul Jawa Barat? Dalam pandangan dia, terdapat empai nilai. Yakni religius (iman), cerdas (ilmu), berkarakter (akhlak), fisik dan mentalnya (sehat). , selain berkarakter, secara fisik dan mental mayarakat Jawa Barat harus sehat.

Nilai berikutnya yakni iman. Iman ini penting. Seperti tertuang dalam sila pertama dalam Pancasila, menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, nilai religius sangat penting.

“Dengan adanya program Jabar Masagi ini diharapkan, anak milenial semakin religius agamanya,”pungkasnya (AK3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *