Wagub Jabar Operasi Usus Buntu

Wagub Jabar Operasi Usus Buntu
BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum jatuh sakit. Orang nomor dua di Jabar ini, kini terbaring di rumah sakit Santosa Bandung sejak Rabu malam usai menjalani aktivitas padatnya.
Diketahui dari dokter yang menanganinya, Wagub Uu terserang usus buntu dan harus menjalani operasi. Ditemui di ruang prakteknya Jumat (16/11/18), Dokter Agus Nurtadwiyana (spesialis bedah) menuturkan, awalnya Wagub Uu sering mengeluh sakit di bagian perut kirinya dan ada gejala Hematuria atau infeksi saluran kencing.
“Makanya beliau pertama kali datang ke dokter urologi,” tuturnya.
Namun setelah dilakukan CT scan, terlihat ada pembengkakan pada ususnya.
“Lalu saya konfirmasi ke beliau katanya memang ada nyeri di daerah tangan bawah dan ini sesuai dengan lokasi usus yang membengkak,” jelas Agus.
Karena pembengkakannya cukup parah tim dokter melakukan tindakan operasi. Agus mengatakan, dalam tindakan operasinya Ia tidak membedahnya melainkan membuat 3 lubang berukuran setengah sentimeter di bagian perut atas, kiri dan kanan. Hal ini untuk menghindari rasa nyeri dan masa penyembuhanpun akan lebih cepat.
“Saat tindakan operasinya saya tidak membedah tapi membuat tiga lubang di perutnya ukuran setengah sentimeter jadi rasa nyeri nya pun minim maka penyembuhannya pun cepat,” katanya.
Penyebab usus yang sudah meradang, bengkak dan lengket tersebut menurutnya, dikarenakan kurang minum air putih, kurang istirahat dan sudah lama tidak dilakukan tindakan.
“Ini memang infeksi yang sudah lama. Jadi apapun yang masuk ke tubuh itu akan terhambat di usus dan akhirnya meradang,” katanya.
Kini setalah dilakukan operasi kondisi Wagub Uu sudah berangsur pulih bahkan doker pun sudah mengizinkan pulang. Namun dokter tetap menyarankan agar beristirahat dulu selama 5 hari dan tidak mengizinkan untuk beraktivitas kerja dulu.
“Kondisi sekarang secara medis sudah cukup baik dan beliau juga tadi ingin pulang katanya. Secara fisik juga baik tapi saya sarankan untuk istirahat dulu beberapa hari lalu akan saya cabut jahitan di lubang tadi, lima hari lagi akan saya kontrol. Untuk waktu dekat ini jangan dulu beraktivitas,” ungkap Agus.
Ditemui di ruang perawatannya di lantai 8 nomor 871, Wagub Uu yang saat itu masih mengenakan infusan di tangannya mengungkapkan, rasa nyeri di perutnya sudah terasa sejak 3 tahun lalu.
“Sakit perut ini sudah terjadi sekitar 3 tahun lalu tapi tidak dirasa, kalau ke dokter memang sering. Kalau sakitnya tidak kuat saya suka pakai obat penahan sakit yang dikasih dokter,” ungkap Uu yang saat itu ditemani oleh istri, keluarga dan ajudannya.
Puncaknya, lanjut Uu, sepulang kunjungan kerja ke Belgia minggu lalu, Ia merasakan sangat nyeri pada perutnya.
Pada senin malam tanggal 12 November 2018, Wagub sempat dilarikan ke rumah sakit Salamun yang memang dekat dengan rumah dinasnya dan disarankan dirawat.
“Hasil diagnosa dokter betul ada usus buntu dan harus dioperasi karena sudah menahun dan lengket dengan saluran kencing. Dokter menyarankan istirahat seminggu untuk memulihkan stmaina agar lukanya cepat sembuh dan harus banyak minum,” ujarnya.
Sementara, menurut istri Wagub, Lina Ruzhanul Ulum, dirinya selalu mengingatkan untuk beristirahat dan menjaga kesehatan.
“Bapak memang susah diingatkan kalau lagi bekerja karena sibuk sekali dan jarang memperhatikan kesehatannya,” kata Lina.
Ia pun memohon doa kepada masyarakat Jabar untuk kesembuhan Wagub agar kembali bekerja melayani masyarakat.
“Saya mohon doanya kepada masyarakat Jabar untuk kesembuhan Bapak agar bisa bekerja seperti biasa lagi melayani masyarakat,” ucapnya.
Menurut manajer Humas RS Santosa, Nova Anggraeny, Wagub tiba di RS Santosa pukul 7 malam hari Rabu dan Ia diminta untuk mendampingi. Kemudian dilakukan CT scan oleh dokter.
“Pak Wagub masuk tanggal 14 November 2018 diantar sama rombongan sekitar jam 7 malam, saya diminta untuk mendampingi. Pertama kali datang beliau wajahnya pucat sekali. Saya antar beliau ke ruangan dulu sebelum tindakan medis. Kelihatan beliau seperti menahan sakit,” tuturnya. AK1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *