Business Review Triwulan III Tahun 2018 “Journey for a Better Future Thru Quality Growth”

Business Review Triwulan III Tahun 2018 “Journey for a Better Future Thru Quality Growth”

 

BANDUNG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan sentimen negatif dari eskalasi perang dagang AS dan China.  bank bjb pada Triwulan III Tahun 2018 berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp. 1,3 triliun atau tumbuh sebesar 25,4% year on year. Total Aset bank bjb tercatat sebesar Rp. 114,1 triliun.

“Hal ini seiring dengan Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan per Juli 2018. Dimana sejak awal Tahun, tingkat pendapatan bersih bank terus mengalami peningkatan” tegas Direktur Utama bank bjb Ahmad Irfan, saat bersama jajaran  Direksi dan Dewan Komisaris bank bjb dalam acara Business Review Triwulan III Tahun 2018 yang bertempat di Hotel Papandayan, Bandung, Senin (29/10).

Pada bagian lain paparannya, Irfan juga menjelaskan, Net Interest Income bank bjb berhasil tumbuh sebesar 4,1% year on year. Sedangkan Fee Based Income berhasil tumbuh secara signifikan sebesar 23,2% year on year.

“Di sisi pendanaan, dengan komitmen bank bjb untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Indonesia dan didukung dengan pengembangan teknologi yang baik untuk mempermudah layanan transaksi nasabah dengan cepat, bank bjb berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) dengan total sebesar Rp. 89,5 triliun, diikuti oleh keberhasilan bank bjb meningkatkan porsi dana murahnya atau Current Account Saving Account (CASA) di level 51,8%” ujarnya.

bank bjb juga berhasil menyalurkan kredit dengan total kredit sebesar Rp. 74,6 triliun. Berkaitan dengan penyaluran kredit itu, bank bjb berhasil menjaga kualitas kredit dengan Non Performing Loan (NPL) pada level 1,58%. Rasio NPL ini lebih baik dibandingkan catatan OJK mengenai NPL industri perbankan yang berada di level 2,74% per Agustus 2018.

”bank bjb memperhatikan berbagai indikator penting dalam rasio keuangan agar tetap dengan baik, dimana selain profitabilitas bank yang positif, bank bjb juga secara konsisten berhasil menjaga tingkat efisiensi serta kualitas aset,” urai Irfan.

bank bjb memperhatikan berbagai indikator penting dalam rasio keuangan cukup agar terjaga dengan baik, dimana selain profitabilitas bank yang positif, bank bjb juga secara konsisten berhasil menjaga tingkat efisiensi serta kualitas aset.

Pada kesempatan itu, Ahmad Irfan juga menyampaikan, “Pada Triwulan III ini bank bjb berhasil membukukan  pertumbuhan kredit dan tentunya kami menyesuaikan dengan situasi ekonomi nasional. Karenanya, yang menjadi concern kami adalah bagaimana agar pertumbuhan kredit ini dapat berjalan seimbang sehingga kami lebih efisien dalam mengelola Asset dan Liabilities. Target kita adalah bisnis yang berkualitas. Diharapkan, bank bjb tetap eksis di masa yang akan datang dan dapat masuk dalam jajaran 10 besar bank nasional yang berkinerja baik”.

Dengan banyaknya pengembangan dalam beberapa sektor untuk meningkatkan kualitas bank bjb, Irfan yakin bank bjb dapat bersaing dengan bank-bank nasional lainnya. Seiring dengan kinerjanya yang gemilang, bank bjb telah meraih puluhan penghargaan perstisius sepanjang Tahun 2018 dari berbagai kalangan bisnis dan ekonomi, antara lain seperti dari Majalah Infobank, Majalah Tempo, Majalah Warta Ekonomi, Majalah Investor, Majalah SWA, Majalah Economic Review, Majalah Business News, dll. Selain itu, kinerja bank bjb juga tercermin pada pergerakan saham bank bjb (IDX: BJBR), dimana harga saham BJBR diapresiasi dengan baik di Pasar Modal dan dikategorikan sebagai salah satu saham pilihan dalam Indeks Saham LQ45.

Business Review bank bjb merupakan salah satu program kerja yang dalam pelaksanaannya diselenggarakan secara berkesinambungan di setiap Triwulan. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan evaluasi kinerja bisnis bank bjb dan merumuskan strategi bisnis bank bjb serta membangun team work, sinergi dan kebersamaan di antara peserta Business Review dalam rangka pencapaian strategi bisnis bank bjb ke depan.

Selain pemaparan kinerja, turut diadakan sesi pemaparan dan diskusi dengan tema “Handle Competition, Regain Your Market Share” yang diisi oleh narasumber dari internal dan eksternal. Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Jawa Barat Eddy Iskandar Muda Nasution, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat Sarwono, Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia Zulkifli Zaini, dan Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis serta Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM, Tony Prasetian Tono. AK1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *