Konsumsi Tinggi, Aher Dorong Warga Sunda di Batam Budidaya Lele

Konsumsi Tinggi, Aher Dorong Warga Sunda di Batam Budidaya Lele

BATAM – Masyarakat Batam sangat gemar memakan ikan Lele. Konsumsi ikan air tawar ini sangat tinggi, sehingga harus impor dari negeri tetangga, Malaysia, yang harganya jauh lebih murah. Sementara karena alasan mahalnya biaya pengiriman, ikan Lele dari Pulau Jawa tersisihkan karena harganya yang lebih tinggi.

 

Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) , hal ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat Sunda yang ada di Kota Batam dan Kepulauan Riau. Jawa Barat masih menjadi provinsi paling unggul dalam budidaya ikan air tawar. Untuk itu, Aher pun mendorong agar masyarakat Sunda di Batam bisa membudidayakan ikan tawar tersebut di Batam.

 

“Saya dengar di Batam itu ikan Lele dan Nila impor dari Malaysia, padahal Jawa Barat paling juara membudidaya Lele dan Nila. Ke depan Forum Sunda Ngumbara Kepri harus jadi pelopor mendorong orang Jawa Barat yang ada di Kepri untuk menjadi produsen ikan-ikan tadi. Ke depan tidak perlu impor dari Malaysia. Insya Allah orang Sunda yang ada di Kepri bisa menyediakan ikan Lele dan Nila untuk di Batam,” tutur Aher dalam sambutan di acara pelantikan Formas Sunda Ngumbara Kepri.

 

Pemprov Jawa Barat berkomitmen untuk membantu budidaya ikan ini. Aher mengungkapkan, pihaknya akan membantu dalam hal training atau pelatihan hingga bantuan benih. Hal ini pun disambut baik warga Jawa Barat yang hadir pada acara pelantikan Formas Sunda Ngumbara Kepri.

 

“Selama ini ikan Lele itu diimpor kekurangannya dari Malaysia. Memang karena harganya lebih murah, dari Malaysia itu sampai di Batam bisa Rp 11.000 per kilo. Kalau dari kita – petani lokal itu baru bisa untung kalau dijual Rp 20.000 per kilo,” papar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Jawa Barat Jafar Ismail usai acara pelantikan Formas Sunda Ngumbara Kepri.

 

“Pertama, memang disini (Batam) belum terambil. Yang kedua, Lelenya itu dipasok dari pulau Jawa karena terlalu jauh tranportasinya,” tambah Jafar.

 

Djafar menuturkan pihaknya siap membantu dalam mengembangkan atau budidaya ikan Lele dan Nila di Batam. Bentuk bantuannya bisa berupa tawaran untuk belajar budidaya di Jawa Barat atau pihak Diskanla Jabar mendatangkan tenaga untuk pelatihan budidaya Lele dan Nila sekitar empat bulan. Ikan Lele yang akan dikirim pun jenis unggul, seperti Lele Mutiara dan Lele Sangkuriang.

 

“Tapi sebenarnya yang diperlukan itu satu bulan saja dalam bentuk pembenihan. Karena kalau sudah pendederan (penaburan benih, pengembangbiakan) kesana sudah mudah, sudah besar, dan paling memeriksa kualitas air dan pemberian pakan secara kontinu,”pungkas Jafar. AHM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *