Museum Sri Baduga ADA Replika Prasasti Kuno

Museum Sri Baduga ADA Replika Prasasti Kuno

Bukti sejarah berupa prasasti juga dapat ditemui di museum ini. Setidaknya ada empat prasasti yang terbuat dari batu-batu besar dipamerkan, meski semuanya hanya sebuah replika.

Pertama prasasti Ciaruteun yang menggambarkan dua telapak kaki raja. Benda asli terbuat dari batu andesit, ditemukan dialiran sungai Ciaruteun. Kini prasasti tersebut dipindahkan kedarat dan diberi cungkup ( Pelindung ).

Prasasti ini sebagai bukti hadirnya Kerajaan Tarumanagara (+ abad 5 Masehi ) di Jawa Barat dan sekaligus awal dikenalnya tradisi tulis. Pada prasati ini terdapat pahatan sepasang telapak kaki, gambar laba-laba dan empat baris tulisan dalam aksara pallawa dan bahasa sansakerta, berbunyi : vikrantasya vanipateh, srimatah purnnavarmmanah tarumanagarendrasya, visnor iva padadvayam yang menjelaskan tentang telapak kaki penguasa kerajaan Taruma Negara , Raja Purnawarman.

Lalu ada Prasasti Tugu. Merupakan prasasti yang memiliki pahatan tulisan terpanjang dari semua prasasti peninggalan Punawarman. Tulisan dipahat melingkar pada sebuah batu bentuk bulat telur. Dalam prasasti tugu menyebutkan antara lain dua nama sungai yang terkenal di Punyab (India)
yaitu sungai Candrabhaga dan Gomati.

Prasasti ini sebagai bentuk peringatan pembangunan sungai Candrabaga dan sungai Gomati sepanjang 6.122 tumbak. Pekerjaan selesai dalam 21 hari. Secara etimologi para ahli memperkirakan nama Candrabaga sekarang adalah Bekasi.

Ada juga prasati Batu Tulis yang di pahat pada sebuah batu andesit segitiga pipih, hingga sekarang masih terletak ditempat asalnya. Menurut K.F. Holle dan F. De Haan prasasti ini sudah diketahui dan disebutkan di dalam Dag-register dari Kastil Batavia sejak tahun 1690.

Prasasti Batu Tulis tercatat  tahun Saka 1455 (1533 Masehi), di buat pada masa Surawisesa (Ratu Sangiang), putra Sri Baduga (1521-1535). Prasasti tersebut merupakan tanda peringatan untuk Sri Baduga Maharaja yang telah membuat parit pertahanan, gunung-gunungan, mengeraskan jalan dengan batu, membuat (hutan) Samida, dan membuat telaga Rena Mahawijaya. Satu prasasti lainnya adalah Prasasti Telapak Kaki Gajah. AK1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *